Barcelona Terhindar dari Kekalahan, ‘No Messi No Party’

Barcelona
Barcelona seperti tim semenjana tanpa kehadiran Lionel Messi, terbukti saat nyaris kalah dari tim papan bawah Liga Spanyol, Villarreal.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Pernyataan sang pelatih Ernesto Valverde menyiratkan kegalauan ketika menjawab pertanyaan soal kemungkinan mencadangkan Lionel Messi jelang laga Barcelona di markas Villarreal pada laga lanjutan La Liga Spanyol di Stadion De La Ceramica, Selasa (2/4) malam waktu setempat.

Valverde seolah berada dalam dilema untuk ‘memarkir’ pemain bintangnya itu saat laga lawan Villareal. Maklum, Blaugrana harus menjamu lawan yang lebih tangguh, Atletico Madrid, 4 hari setelah menyambangi markas Villarreal.

Lihat juga: Fan Klub Argentina Bawa Tengkorak Kakek Rayakan Juar

“Tidak pernah ada waktu ideal untuk mengistirahatkan pemain sepertinya. Namun, kami akan lihat lagi nanti.” 

“Kami pikir pertandingan ini sangat penting. Banyak yang sudah menatap laga melawan Atletico Madrid, namun 3 poin di pertandingan ini [lawan Vilarreal] juga sama pentingnya seperti lawan Atletico,” ucap Valverde saat itu dikutip dari Marca.

Lihat juga: Cara Rakyat Korea Utara Ikut Pemilu Legislatif Yang Hanya Punya ‘Satu Pilihan Kandidat’

Valverde tampaknya sadar betul, Barcelona kerap mengalami kesulitan tanpa Messi menghadapi tim-tim lawan, bahkan papan bawah sekali pun.

Kecemasan Valverde pun kejadian ketika dia mencadangkan Messi saat menghadapi Villarreal. Tanpa kehadiran penyerang Argentina itu, Barca seolah macam tim semenjana menghadapi lawannya yang berada di tepi jurang degradasi La Liga Spanyol.

Villarreal
Villarreal nyaris mengalahkan Barcelona.

Bukan hanya Messi, gelandang andalan Azulgrana Ivan Rakitic juga dicadangkan. Hasilnya Barca sempat dibuat kerepotan menghadapi tim tuan rumah.

Lihat juga: Masa Depan Coutinho: Man United, PSG, atau Chelsea

Unggul 2-0 lebih dulu berkat gol Philippe Coutinho dan malcolm, Barcelona kebobolan 2 gol melalui Samuel Chukwueze pada babak pertama dan Karl Toko Ekambi pada babak kedua.

Valverde mengendus ancaman serius sehingga memasukkan Lionel Messi pada menit ke-61. Tidak lama setelah Messi menggantikan Coutinho, Barcelona berbalik tertinggal 2-3 akibat gol Vicente Iborra pada menit ke-62.

Barcelona semakin tertinggal menjadi 2-4 pada menit ke-80. Carlos Bacca membobol gawang tim tamu lewat skema serangan balik memanfaatkan umpan asnti Cazorla.

Hanya 6 menit berselang, Villarreal harus bermain dengan 10 orang setelah Alvaro Gonzalez diusir wasit. Situasi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Barcelona.

Philippe Coutinho
Philippe Coutinho mencetak gol pertama Barcelona ke gawang Villarreal.
Lihat juga: Dipermalukan Manchester United, Ancelotti Ejek Pelatih PSG Supaya Bunuh Diri

Messi tidak melewatkan kesempatan itu sebagai eksekutor tendangan bebas. Dia mampu membobol gawang Sergio Asenjo pada menit ke-90 melalui tendangan bola mati. Barcelona pun memperkecil ketinggalan jadi 3-4.

Gol Messi itu seakan membawa efek luar biasa positif bagi skuat Blaugrana di pengujung laga.

Barcelona terus melakukan tekanan sejak saat itu demi terhindar dari kekalahan. Alhasil, Barca berhasil menyamakan skor di masa 2 menit injury time babak kedua.

Adalah Luis Suarez yang mampu menyelamatkan timnya dari kekalahan di markas Villarreal melalui golnya.

Kehadiran Messi tampak mendongkrak motivasi rekan-rekan setimnya di Barcelona. Peran yang sama pula pernah dilakukannya ketika Blaugrana menjamu Athletic Bilbao pada laga pekan ke-7 La Liga Spanyol.

Tim raksasa dari Catalonia sempat tertinggal dari Bilbao pada menit ke-41 melalui gol Lucas Vazuez di duel El Clasico itu. Messi kemudian masuk pada menit ke-55 menggantikan Arturo Vidal.

Lihat juga: 5 Pemain Manchester United Yang Absen Turut Rayakan Kemenangan

Saat itu, kehadiran Messi seolah membawa aura positif di babak kedua. Barca sukses terhindar dari kekalahan berkat gol Munir El Hadadi melalui assist dari Messi.

Tidak heran jika Valverde menyatakan tidak pernah ada waktu yang tepat untuk mencadangkan La Pulga di Barcelona. Meski demikian, ketergantungan terhadap pemain bintangnya itu seperti menjadi bom waktu bagi Blaugrana jika klub tidak menyiapkan rencana regenerasi yang tepat untuk masa mendatang.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *