Kategori: Nasional

Anies Tak Sadar DKI Sudah Satu Tahun Tak Punya Wagub

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan pidato saat pembukaan Kongres Diaspora Indonesia ke-5. Jakarta, 10 Agustus 2019.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Hari ini Sabtu (10/8), tepat satu tahun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ditinggal wakilnya, Sandiaga Uno, yang saat itu mendaftarkan diri di kontestasi Pemilihan Presiden 2019 dengan menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto.

Anies sendiri tidak menganggap hal ini masalah besar. Bahkan, dia mengaku tidak sadar bila selama 12 bulan ke belakang sudah memimpin DKI Jakarta tanpa wakil.

“Saya baru ngeh. 2 hari yang lalu ada yang nanya, ‘Pak 2 hari lagi anniversary ‘jomlo’ (tanpa wakil Gubernur)’. Bisanya anniversary itu ketika berpasangan, ini ketika jomlo,” kata Anies ditemui di kawasan Kasablangka, Jakarta Selatan, Sabtu (10/8).

Dia berharap dalam waktu dekat sudah ada nama untuk menjadi pendampingnya di Balai Kota DKI.

Anies mengaku tidak sabar ingin segera mendapat ‘jodoh’ untuk bersama mengawal DKI karena menurutnya banyak tugas yang sebetulnya tidak bisa dikerjakan sendirian.

Lihat juga: Foto Bersama Prabowo di Teuku Umar Jadi Favorit Megawati

“Karena saya ingin sekali tugas bisa dibagi, terutama di pemerintahan. Ada kegiatan representasi dan ada kegiatan sifatnya seremonial. Itu sifatnya menyita waktu. Kalau bisa bagi-bagi itu lebih ideal. Jadi mudah-mudahan cepat,” kata Anies.

Sebelumnya Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengaku sudah meminta 2 partai pengusung Anies-Sandi, Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk saling berkomunikasi terkait calon wakil Gubernur pengganti Sandi.

Komunikasi ini tidak hanya antara PKS dan Gerindra, melainkan bersama partai lain di DPRD DKI.

Hanya saja Prasetio pesimis DPRD DKI periode saat ini (2014-2019) dapat menyelesaikan pemilihan Wagub. Sebab, itu dapat dilihat dari panitia pemilihan yang hingga kini belum terbentuk.

“Bisa iya (dipilih anggota baru) bisa enggak. Ya kemungkinan begitu. Kan ini panjang, karena kan persoalan mekanisme belum, panitia pemilihan juga belum,” kata Prasetyo.

Foto Bersama Prabowo di Teuku Umar Jadi Favorit Megawati

Megawati
Foto bersama Prabowo jadi Favorit Megawati.

Denpasar, Posmetro Indonesia – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memfavoritkan foto bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Foto itu saat keduanya bertemu di kediaman Megawati di kawasan Menteng, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Awalnya Mega baru selesai mengikuti rapat internal 5 komisi saat Kongres V PDIP hari kedua di Bali, Jumat (9/8).

Usai mengikuti rapat internal, Mega berjalan ke arah luar Grand Inna Bali Beach Hotel menuju ke mobilnya. Saat berjalan menuju ke luar hotel, Mega menyempatkan mampir ke pameran foto yang dipampang di lobi hotel.

Pameran itu diketahui merupakan kumpulan foto-foto terbaik dari pewarta foto di seluruh Indonesia. Setidaknya ada 25 foto yang berisi momen-momen partai, mulai dari suasana kampanye, hingga pertemuan dengan Prabowo beberapa waktu lalu.

Lihat juga: Megawati Siapkan Surat Pemecatan untuk Kader Diduga Kena OTT

Setelah melihat beberapa lama, Mega pun ditanya oleh awak media foto mana yang jadi favoritnya. Ia menunjuk foto yang mengabadikan momen kebersamaannya dengan Prabowo.

Di foto tersebut terlihat Mega dan Prabowo tengah berdiri di depan pintu rumah Presiden RI ke-5 tersebut. Terlihat di foto itu Megawati yang mengenakan batik merah tengah tertawa dan Prabowo memegang perutnya.

“Karena Pak Prabowo menunjukkan perutnya. Karena kan katanya kenyang (makan nasi goreng),” kata Megawati kepada wartawan Jumat (9/8).

Respons Mega itu pun mengundang gelak tawa media dan hadirin. Ekspresi Megawati yang terlihat tertawa lepas di foto itu pun mengundang perhatian awak media. Ia mengatakan saat itu perasaannya sedang senang, sehingga wajahnya terlihat tengah lepas terbahak.

“Ya senang aja,” kata Megawati.

Lihat juga: Hadiri Kongres PDIP Prabowo Ditemani Dua Elite Gerindra

Diketahui saat pertemuan di kediaman Mega, dirinya dan Prabowo sepakat rukun usai Pilpres 2019. Kesepakatan terjalin sambil menyantap nasi goreng buatan Mega. Mega mengaku memasak nasi goreng untuk Prabowo.

“Politik nasi goreng yang ternyata ampuh. Kalau beda pendapat itu biasa, harus diteruskan mari kita rukun kembali,” ucap Megawati di kediamannya usai pertemuan dengan Mega, Rabu (24/5).

Pertemuan Mega dan Prabowo kembali terjadi saat pembukaan Kongres V PDIP Kamis (8/8) kemarin. Saat itu Megawati dalam pidatonya banyak berkelakar soal Prabowo.

Megawati Siapkan Surat Pemecatan untuk Kader Diduga Kena OTT

Megawati
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri telah menyiapkan surat pemecatan bagi kader partai itu yang diduga kena OTT KPK terkait suap impor bawang putih.

Bali, Posmetro Indonesia – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sudah menyiapkan surat pemecatan bagi kader yang diduga terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap impor bawang putih.

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan surat itu belum dikeluarkan karena PDIP masih menunggu keterangan resmi KPK.

“Sudah ditandatangani Bu Megawati Soekarnoputri, tinggal dikasih nama siapapun yang terkena OTT atau tindak pidana korupsi. Kami tinggal mengisi namanya,” kata Hasto saat ditemui di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur, Bali, Kamis (8/8).

Hasto menyampaikan kejadian ini sebagai otokritik bagi PDIP untuk memperbaiki sistem penjaringan kader dan caleg.

Lihat juga: Hadiri Kongres PDIP Prabowo Ditemani Dua Elite Gerindra

Dia juga bilang bahwa Megawati berpesan tidak akan memberi toleransi bagi kader yang melakukan korupsi. Sebab PDIP ingin bertanggung jawab atas kepercayaan rakyat.

“Akan diberikan sanksi pemecatan, langsung. Langsung diberikan sanksi pemecatan dan tidak diberikan bantuan hukum,” tegas Hasto.

KPK sebelumnya menciduk anggota DPR dari Komisi VI dalam kasus suap impor bawang putih. Berdasarkan informasi, anggota DPR yang diamankan adalah anggota Komisi VI DPR asal Fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Dhamantra.

Lihat juga: PDI dan Megawati Turut Berduka atas Wafatnya KH Maimun Zubair

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan anggota Komisi VI DPR RI yang dijemput di Bandara Soekarno-Hatta usai terbang dari Bali.

“Dijemput dari Bandara Soekarno-Hatta diduga yang bersangkutan penerbangan dari Bali menuju Jakarta. Merupakan seorang anggota DPR RI di Komisi enam karena kita tahu komisi enam terkait dengan subjek pokok perkara,” ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (8/8).

Hadiri Kongres PDIP Prabowo Ditemani Dua Elite Gerindra

PDIP
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menghadiri Kongres PDIP ditemani waketum Edhy Prabowo dan Sugiono.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ditemani 2 elite partai Gerindra menghadiri Kongres PDIP ke-V di Bali. Mereka adalah Wakil Ketua Umum Edhy Prabowo dan Wakil Ketua Umum Sugiono.

Hal itu dituturkan Wakil Ketua Umum Sufmi Dasco Ahmad. Dia menyebut Prabowo sudah berangkat menuju Bali pada Rabu siang tadi (7/8).

“[bersama] Waketum Edhy Prabowo dan Waketum Sugiono,” ucap Dasco melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (7/8).

Edhy Prabowo, yang menemani Prabowo, merupakan kawan dekat Prabowo sejak lama. Dia juga menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR Periode 2014-2019.

Lihat juga: PDI dan Megawati Turut Berduka atas Wafatnya KH Maimun Zubair

Sumber CNN yang merupakan petinggi Gerindra mengatakan bahwa Edhy merupakan kader partainya yang berpotensi menjadi menteri di pemerintahan selanjutnya. Dia menceritakan itu pada pekan lalu bersama dua asisten pribadi Prabowo di suatu hotel bilangan Senayan, Jakarta.

Bahkan, sumber CNN itu mengklaim Presiden Jokowi  sendiri yang meminta Edhy menjadi Menteri Pertanian. Prabowo sempat heran mengapa Jokowi langsung meminta Edhy.

“Ed, Ed, kamu ini ada kongkalikong apa? Masa nama kamu disebut Pak Jokowi,” ucap dia menirukan guyon Prabowo saat bertanya kepada Edhy beberapa pekan lalu.

Selain Edhy, Prabowo juga ditemani Sugiono menghadiri Kongres PDIP di Bali. Sugiono bukan orang baru di Gerindra.

Dia termasuk orang yang berada di lingkaran utama Prabowo. Sugiono hampir selalu ada di setiap kegiatan yang dihadiri Prabowo.

Lihat juga: Jika Gabung Jokowi, Amien Rais Sebut PAN Gadaikan ‘Akidah’

Sugiono sendiri adalah mantan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD dengan pangkat terakhir Letnan Satu. Sempat menempuh studi di Norwich University, Amerika Serikat. Dia juga sudah memiliki gelar magister ekonomi dari salah satu universitas di Jerman.

Sebelumnya, juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak sudah mengonfirmasi capres 2014 dan 2019 itu bakal memenuhi undangan untuk hadir di Kongres PDIP di Bali. Bahkan, PDIP sendiri mengklaim memberikan undangan khusus kepada Prabowo.

“Yang kita undang adalah partai Koalisi Indonesia Kerja dan Pak Prabowo diundang secara khusus oleh Ibu Megawati Soekarnoputri pada saat pertemuan di rumah beliau,” tutur Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

PDI dan Megawati Turut Berduka atas Wafatnya KH Maimun Zubair

Megawati
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Jakarta, CNN Indonesia –  Presiden RI ke-4 Megawati Soekarnoputri menyatakan duka mendalam atas kepergian KH Maimun Zubair atau Mbah Moen di Makkah pada Selasa (6/8).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan dirinya menyampaikan kabar wafatnya ulama kharismatik itu ke Megawati, yang juga adalah ketua umum PDIP.

“Beliau nampak begitu berduka, tidak mampu menahan kesedihan mendalam, dan langsung mendoakan beliau, memohon kepada Allah agar almarhum husnul khatimah,” kata Hasto dalam keterangannya, Selasa (6/8).

Megawati, kata Hasto, juga menceritakan pertemuan terakhir dengan Mbah Moen pada akhir Juli sebelum ulama tersebut berangkat Makkah untuk ibadah haji. Mbah Moen, menyatakan komitmennya demikian kuat terhadap Pancasila dan NKRI.

Lihat juga: Jika Gabung Jokowi, Amien Rais Sebut PAN Gadaikan ‘Akidah’

“Saat itu Ibu Megawati sudah merasakan bahwa pesan-pesan yang disampaikan sangat khusus. Bahkan Mbah Moen juga menyampaikan wasiat terakhir yang disampaikan oleh Beliau dengan disaksikan kedua putra beliau, antara lain Gus Yasin,” kata dia.

Wafatnya Mbah Moen, kata Hasto, membuat Megawati dan PDIP sangat kehilangan sosok ulama karismatik yang benar-benar menjadi sumber keteladanan moral.

Oleh karena itu, kata dia, Ketua Umum PDIP itu pun menginstruksikan Ganjar Prabowo untuk memberikan penghormatan terbaik di kediaman Mbah Moen dan memberikan dukungan kepada seluruh ahli waris yang tengah berduka.

Nasib Rehabilitasi Nunung Dan Sang Suami Ditentukan Besok

Nunung
Nunung, tersangka kasus narkoba di Polda Metro Jaya.

Jakarta, Posmetro IndonesiaPolda Metro Jaya memastikan telah menerima assessment dari Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta terkait rehabilitasi yang diajukan oleh Tri Retno Prayudati alias Nunung. Namun apakah diterima atau tidak akan disampaikan pada Rabu (7/8).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya sudah menerima hasil assessment tersebut.

“Kita sudah terima memang dari BNN DKI, besok kami akan sampaikan hasilnya,” ujarnya di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (6/8).

Sementara itu, Kepala BNNP DKI Jakarta Wahyu Wulandari mengatakan telah menyerahkan hasil assessment ke penyidik. Namun apakah Nunung akan direhabilitasi atau tidaknya, Wahyu enggan berkomentar.

Lihat juga: Kasus Suap Dana Perimbangan, KPK Gelar Rekonstruksi Perkara

“Kami sudah serahkan ke penyidik, jadi tanya ke penyidik ya. Kami hanya menyampaikan kepada yang memohon saja,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Polisi menangkap Nunung dan July alias Ivan Sambiran terkait kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu pada Jumat (19/7) lalu. Selain pasutri tersebut, polisi juga menangkap TB yang menjadi kurir narkoba tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, TB mendapatkan sabu untuk Nunung dari seseorang berinisial E di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. E yang merupakan pemasok sabu ini masih dalam pengejaran polisi.

Saat ini, Nunung, July dan TB sudah ditahan untuk 20 hari kedepan di Rutan Ditnarkoba Polda Metro.

Ketiganya dijerat Pasal 114 ayat 2 sub pasal 122 ayat 2 juncto 132 ayat 1 juncto pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara di atas 5 tahun.

Total 240 Perjalanan Commuter Line Batal karena Listrik Padam

Commuter Line
Penumpang tidak dapat menggunakan KRL Commuterline Stasiun Manggarai, karena listrik padam sejabodetabek.Jakarta, Minggu (4/8).

Jakarta, Posmetro indonesia – Sebanyak 240 armada kereta Commuter Line batal diberangkatkan karena tidak ada daya listrik yang dapat digunakan untuk mengoperasikan kereta. Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Wiwik Widayanti meminta maaf atas pembatalan yang dilakukan di seluruh Jabodetabek.

“PT Kereta Commuter Indonesia memohon maaf atas gangguan perjalanan KRL yang terjadi di seluruh lintas hari ini. Dari pukul 12.00 WIB hingga 17.00 WIB sudah ada 240 perjalanan Commuter Line yang harus dibatalkan karena tidak ada daya listrik untuk mengoperasikannya,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor KCI, Jakarta Pusat, Minggu (4/8).

Biasanya, kata Wiwik, setiap akhir pekan pengguna Commuter Line mencapai 808.336 orang. Namun, Wiwik belum dapat memastikan apakah jumlah tersebut juga ada pada hari ini atau tidak.

PT KCI juga memberikan kesempatan bagi para pengguna untuk melakukan refund atau pengembalian tiket yang telah dibeli. Pembatalan tiket hari ini masih dilayani hingga 11 Agustus mendatang.

Lihat juga : Bantah Anies soal Sampah, Djarot Klaim ITF Program Lama Ahok

Wiwik juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan PT Transjakarta untuk menyediakan bus karena padamnya listrik. Koordinasi dilakukan mengantisipasi penumpukkan penumpang di stasiun.

Wiwik mengatakan PT Transjakarta pun menyediakan bus di sejumlah titik yang terjadi penumpukan penampung. Penumpukan itu terjadi karena maraknya penumpang musiman yang ingin bepergian wisata di akhir pekan.

Adapun bantuan bus-bus dari Transjakarta itu berada di Jakarta Kota, Tanah Abang, Manggarai dan Pasar Minggu.

“Karena ini akhir minggu banyak penumpang musiman untuk wisata ke Kota (Jakarta), Bogor, kemudian Pasar Minggu untuk ke kebun binatang. Kami berkoordinasi dengan Transjakarta agar menyediakan bus-bus,” tuturnya.

Lihat juga: Jokowi Sempat Rasakan Gempa Banten di Halim

Wiwik mengatakan, pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan PT Transjakarta jika penumpukan penumpang masih banyak.

“Ini akan kami lihat perkembangannya apabila dibutuhkan lagi akan koordinasi lebih lanjut,” tuturnya.

Bantuan juga diberikan oleh Wali Kota Bogor Bima Arya untuk KCI. Pasalnya saat listrik padam, Bima Arya pun melakukan pengecekan ke Stasiun Bogor. Bima Arya mengerahkan angkutan kota (Angkot) dan mobil polisi untuk penumpang kereta menuju Terminal Baranang Siang, Bogor.

“Terima kasih bantuan dari Walkot Bogor yang langsung ke Stasiun Bogor yang berikan bantuan angkot Bogor dan truk polisi dari Stasiun Bogor menuju ke Terminal Baranang siang,” tutur Wiwik.

Transjakarta Gratis

Sementara itu Transjakarta menggratiskan seluruh layanan armadanya sejak pukul 18.30 WIB. Layanan cuma-cuma ini diberikan hingga listrik kembali menyala normal dan MRT dapat kembali beroperasi.

Corporate Secretary Transjakarta Nadia Diposanjoyo dalam keterangan tertulis mengatakan, penggratisan layanan ini sesuai dengan intruksi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Pemprov DKI baru saja memberikan instruksi kepada Transjakarta untuk menggratiskan seluruh layanan age warga ter-evakuasi dengan Baik,” kata Nadia.

Nadia melanjutkan hal ini juga berlaku bagi beberapa halte yang sudah mendapatkan pasokan listrik seluruh Jakarta. Bahkan Transjakarta juga mengirim tambahan armada khusus untuk penumpang KRL.

Bantah Anies soal Sampah, Djarot Klaim ITF Program Lama Ahok

Djarot
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa konsep fasilitas pengelola sampah terpadu atau intermediate treatment facility (ITF) telah ada sejak zaman kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Hal ini sekaligus membantah pernyataan Gubernur DKI Anies Baswedan yang mengatakan belum ada pengelolaan sampah di DKI sebelum masa pemerintahan dirinya.

Lihat juga: Jokowi Sempat Rasakan Gempa Banten di Halim

“Sudah program lama itu. Nanti dibuka dokumennya, kita bangun ITF di Sunter itu sejak Zaman Pak Ahok. Tapi eksekusinya memang belum,” ujar Djarot di gedung DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (3/8).

Djarot mengatakan sejak kepemimpinan Ahok, masalah pengelolaan sampah telah menjadi perhatian pemerintah provinsi DKI. Saat itu, pihaknya juga telah berupaya mengatur regulasi tentang sampah dengan membatasi penggunaan kantong plastik.

“Sudah kita tetapkan, kita dorong betul untuk pengurangan sampah, kemudian pelarangan untuk menggunakan sampah plasti,” katanya.

Djarot menilai Anies mestinya tidak perlu menyalahkan kepemimpinan sebelumnya yang disebut tidak mengurus permasalahan sampah di DKI.

Lihat juga: Anies Curiga Truk di JORR Bikin Polusi, Jasa Marga Buka Data

“Tantangan ke depan kita selesaikan, kalau di masa lalu ada kekurangan, ya tugas kita tanpa berkeluh kesah, termasuk soal polusi,” ucap Djarot.

Anies sebelumnya mengatakan belum ada pengelolaan sampah di DKI pada kepemimpinan gubernur sebelum dirinya.

Hal ini dikatakan Anies untuk menanggapi pernyataan anggota Badan Pembentukkan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus terkait Jakarta yang belum mampu mengelola sampah padahal memiliki anggaran pengelolaan sampah yang besar.

Anies lantas menyebut bahwa pernyataan Bestari itu justru menceritakan pengelolaan sampah selama ini.

Lihat juga: Tangkuban Parahu Mereda, Masyarakat Diminta Tetap Jauhi Kawah

“Saya sedang mengubah. Sebelum saya bertugas tidak ada pengelolaan ITF,” kata Anies akhir Juli lalu.

“Jadi yang dikatakan Pak Bestari mungkin maksudnya nyerang gubernur sekarang tapi malah justru nyerang gubernur-gubernur yang sebelumnya,” tambahnya.

 

Jokowi Sempat Rasakan Gempa Banten di Halim

Banten
Presiden Jokowi.

Jakarta, Posmetro Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sempat merasakan guncangan gempa Banten saat berada di tengah perjalanan menuju Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (2/8). Gempa yang berpusat di sekitar perairan Banten itu memiliki magnitudo 6,9, sebelumnya disebut 7,4.”Iya, iya (merasakan) waktu (lewat) di Halim (perjalanan ke Istana Negara),” kata Jokowi di sela-sela pertunjukan wayang kulit di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (2/8).

Jokowi mengatakan gempa Banten terjadi sekitar pukul 19.03 WIB. Gempa tersebut turut dirasakan sampai Jakarta dan sekitarnya. Mantan wali kota Solo itu mengaku langsung menelepon petugas di lapangan.

“Yang paling penting, saya monitor sejak jam 7 (malam) tadi, alhamdulillah, tidak ada yang ikutan tsunami dan peringatan untuk potensi tsunami baru saja berakhir,” tuturnya.

Lihat juga: Anies Curiga Truk di JORR Bikin Polusi, Jasa Marga Buka Data

Jokowi mengatakan aparat keamanan maupun petugas di lapangan sudah mengevakuasi masyarakat saat diumumkan gempa tersebut berpotensi tsunami. Namun, kini peringatan potensi tsunami sudah dicabut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Saya sudah perintahkan juga kepada BNPB, TNI, Polri, dan Menteri Sosial untuk bertindak cepat apabila ada yang memang harus kita bergerak,” ujarnya.

Mantan wali kota Solo itu berharap tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa yang terdeteksi berlokasi di 7.54 Lintang Selatan, 104.58 Bujur Timur atau pada 147 km Barat daya Sumur, Banten itu. Jokowi menyatakan harus memantau perkembangan penanganan gempa yang dirasakan sampai Yogyakarta itu. “Jadi laporan terakhir kerusakan kecil, tapi sekarang ini karena kondisi masih malam hari, semoga enggak ada.” tuturnya.

Jika Gabung Jokowi, Amien Rais Sebut PAN Gadaikan ‘Akidah’

Amien Rais
Politikus senior PAN Amien Rais.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyebut partainya menggadaikan ‘akidah’ jika bergabung dengan koalisi pemerintahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) periode 2019-2024.

Hal itu disampaikan Amien lewat sepucuk surat yang dibacakan kader senior PAN Icu Zukafril dalam diskusi Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019.

Lihat juga: PKB Sebut Paket Pimpinan MPR Mungkin Tergantung Arahan Jokowi

“Alangkah aib dan malu, serta hina dina PAN di hadapan Allah YME. Kita gadaikan akidah dan politik kita untuk kepentingan sesaat, sedangkan masa depan PAN sungguh tragis dan tidak ada lagi jalan kembali,” tulis Amien dalam surat yang dibacakan Icu di Padepokan Pencak Silat, Jakarta Timur, Jumat (2/8).

Amien menyebut ekonomi pemerintahan Jokowi jauh dari prinsip adil dan keadilan yang tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945 dan Pancasila. PAN akan berlumur dosa sejarah jika ikut di dalamnya, kata Amien.

Amien Rais
Surat Amien Rais soal PAN yang dibacakan dalam diskusi bertema Oposisi Tugas Suci Amanat Rakyat 2019 di Padepokan Silat TMII, Jakarta, 2 Agustus 2019.

Mantan Ketua MPR RI itu bahkan menyebut di bawah pemerintahan Jokowi seluruh politik ekonomi Indonesia akan disubordinasikan di bawah kepentingan negara lain.

“Semua politik ekonomi Cina. Sementara kepentingan rakyat sendiri hanya dipidatokan untuk lip service dan peninabobok masyarakat luas,” ucap Amien dalam surat itu.

Oleh karena itu, Amien berharap PAN mengambil jalur oposisi karena lebih hormat dan bermartabat. Amien juga berkata jalur oposisi diridai Allah SWT dan didukung mayoritas pemilihan PAN.

Lihat juga: PDIP soal Risma ke DKI: NasDem Kerjanya Manas-manasi Saja

“Kalau PAN mendukung tanpa syarat pemerintah Jokowi, masyarakat luas sangat sinis, dan jangan harap PAN bisa lolos threshold pileg yang akan datang,” ujar dia.

Dalam kesempatan itu, hadir pula sejumlah tokoh seperti mantan Komisioner KPU Chusnul Mariyah, pengajar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedillah Badrun, dan pengamat politik Rocky Gerung. Namun, tidak tampak pejabat DPP PAN.

Saat ditemui di sela-sela acara, Icu mengatakan Amien semula berencana hadir. Namun, katanya, Amien membatalkannya karena masih ada urusan di Yogyakarta.

Amien Rais
Surat Amien Rais.

Dia mengklaim surat itu ditulis langsung Amien. Icu menjemput sendiri surat itu di rumah Amien Rais yang berada di Gandaria, Jakarta Selatan sebelumnya.

“Dia telepon, bilang ‘Saya tuliskan ya aku WA.” Saya bilang, ‘Enggak Usah, Pak Amien tulis saja, nanti saya jemput,'” ujar Icu.