Kategori: Peristiwa

Bantah Anies soal Sampah, Djarot Klaim ITF Program Lama Ahok

Djarot
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menegaskan bahwa konsep fasilitas pengelola sampah terpadu atau intermediate treatment facility (ITF) telah ada sejak zaman kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Hal ini sekaligus membantah pernyataan Gubernur DKI Anies Baswedan yang mengatakan belum ada pengelolaan sampah di DKI sebelum masa pemerintahan dirinya.

Lihat juga: Jokowi Sempat Rasakan Gempa Banten di Halim

“Sudah program lama itu. Nanti dibuka dokumennya, kita bangun ITF di Sunter itu sejak Zaman Pak Ahok. Tapi eksekusinya memang belum,” ujar Djarot di gedung DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (3/8).

Djarot mengatakan sejak kepemimpinan Ahok, masalah pengelolaan sampah telah menjadi perhatian pemerintah provinsi DKI. Saat itu, pihaknya juga telah berupaya mengatur regulasi tentang sampah dengan membatasi penggunaan kantong plastik.

“Sudah kita tetapkan, kita dorong betul untuk pengurangan sampah, kemudian pelarangan untuk menggunakan sampah plasti,” katanya.

Djarot menilai Anies mestinya tidak perlu menyalahkan kepemimpinan sebelumnya yang disebut tidak mengurus permasalahan sampah di DKI.

Lihat juga: Anies Curiga Truk di JORR Bikin Polusi, Jasa Marga Buka Data

“Tantangan ke depan kita selesaikan, kalau di masa lalu ada kekurangan, ya tugas kita tanpa berkeluh kesah, termasuk soal polusi,” ucap Djarot.

Anies sebelumnya mengatakan belum ada pengelolaan sampah di DKI pada kepemimpinan gubernur sebelum dirinya.

Hal ini dikatakan Anies untuk menanggapi pernyataan anggota Badan Pembentukkan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus terkait Jakarta yang belum mampu mengelola sampah padahal memiliki anggaran pengelolaan sampah yang besar.

Anies lantas menyebut bahwa pernyataan Bestari itu justru menceritakan pengelolaan sampah selama ini.

Lihat juga: Tangkuban Parahu Mereda, Masyarakat Diminta Tetap Jauhi Kawah

“Saya sedang mengubah. Sebelum saya bertugas tidak ada pengelolaan ITF,” kata Anies akhir Juli lalu.

“Jadi yang dikatakan Pak Bestari mungkin maksudnya nyerang gubernur sekarang tapi malah justru nyerang gubernur-gubernur yang sebelumnya,” tambahnya.

 

Jokowi Sempat Rasakan Gempa Banten di Halim

Banten
Presiden Jokowi.

Jakarta, Posmetro Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sempat merasakan guncangan gempa Banten saat berada di tengah perjalanan menuju Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (2/8). Gempa yang berpusat di sekitar perairan Banten itu memiliki magnitudo 6,9, sebelumnya disebut 7,4.”Iya, iya (merasakan) waktu (lewat) di Halim (perjalanan ke Istana Negara),” kata Jokowi di sela-sela pertunjukan wayang kulit di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (2/8).

Jokowi mengatakan gempa Banten terjadi sekitar pukul 19.03 WIB. Gempa tersebut turut dirasakan sampai Jakarta dan sekitarnya. Mantan wali kota Solo itu mengaku langsung menelepon petugas di lapangan.

“Yang paling penting, saya monitor sejak jam 7 (malam) tadi, alhamdulillah, tidak ada yang ikutan tsunami dan peringatan untuk potensi tsunami baru saja berakhir,” tuturnya.

Lihat juga: Anies Curiga Truk di JORR Bikin Polusi, Jasa Marga Buka Data

Jokowi mengatakan aparat keamanan maupun petugas di lapangan sudah mengevakuasi masyarakat saat diumumkan gempa tersebut berpotensi tsunami. Namun, kini peringatan potensi tsunami sudah dicabut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Saya sudah perintahkan juga kepada BNPB, TNI, Polri, dan Menteri Sosial untuk bertindak cepat apabila ada yang memang harus kita bergerak,” ujarnya.

Mantan wali kota Solo itu berharap tidak ada korban jiwa dalam peristiwa gempa yang terdeteksi berlokasi di 7.54 Lintang Selatan, 104.58 Bujur Timur atau pada 147 km Barat daya Sumur, Banten itu. Jokowi menyatakan harus memantau perkembangan penanganan gempa yang dirasakan sampai Yogyakarta itu. “Jadi laporan terakhir kerusakan kecil, tapi sekarang ini karena kondisi masih malam hari, semoga enggak ada.” tuturnya.

Anies Curiga Truk di JORR Bikin Polusi, Jasa Marga Buka Data

Anies
Posmetrindo.me — Petugas kepolisian saat mengatur lalu lintas di depan pintu masuk tol Cikarang, Jakarta, 8 Juni 2017. Polda Metro Jaya mendirikan empat pos di sepanjang jalan Tol Jakarta-Bekasi termasuk pos pada KM 11 yang menjadi titik kemacetan arus lalu lintas karena merupakan pertemuan arus dari Samper dan JORR.

“Kecil sekali jika dibandingkan dengan golongan I,” kata Irra saat dihubungi di Jakarta, Rabu, 31 Juli 2019. Sepanjang Juni 2019 misalnya, persentase kendaraan non-golongan I yang lewat hanya 8,25 persen. Jumlah ini bahkan merupakan yang terendah sepanjang 2019.

Sisanya, tol JORR diisi oleh golongan I sebesar 91,75 persen. Artinya, jumlah kendaraan golongan I yang lewat di Tol JORR Pada Juni 2019 merupakan titik tertinggi sepanjang tahun ini. Data ini dikumpulkan oleh Jasa Marga di seluruh ruas Tol JORR yang mereka kelola, diluar Tol JORR Seksi S dan Tol Ulujami-Pondok Aren.

Golongan I merupakan kelompok kendaraan yang biasa digunakan oleh pribadi seperti sedan, jip, pick up atau truk kecil, dan bus. Sementara, non golongan I terdiri dari kendaraan berat dari mulai golongan II untuk truk gandar dua, hingga golongan V untuk truk gandar lima.

Lihat Juga: Tangkuban Parahu Mereda, Masyarakat Diminta Tetap Jauhi Kawah

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencurigai salah satu penyebab buruknya kualitas udara Jakarta adalah akibat aktivitas kendaraan berat yang menumpuk di Tol JORR. “Salah satu kecurigaan kami ada kepadatan kendaraan berat di jalan JORR pada malam hari,” kata Anies di Cilincing, Jakarta Utara, Senin, 29 Juli 2019.

Oleh karena itu, Anies mengatakan akan berkoordinasi dengan pengelola tol terkait temuan itu. Selain itu, DKI akan memeriksa uji emisi kendaraan yang melintas di tol.”Nanti kami pastikan apakah kendaraan yang memasuki wilayah JORR itu memenuhi uji emisi agar tidak menimbulkan masalah,” kata Anies.

Rencana ini disampaikan menyusul kualitas udara Jakarta yang kembali menjadi terburuk atau tidak sehat se-dunia pada Senin pagi, 29 Juli 2019. Berdasarkan data Air Visual, situs penyedia data kualitas udara, indeks kualitas udara Jakarta ada di angka 188 yang berarti tidak sehat. Sebelumnya, AirVisual pada 26 Juni lalu mencatat indeks kualitas Jakarta di angka 206 yang artinya sangat tidak sehat.

Meski demikian, Jasa Marga memastikan akan mendukung upaya pemerintah untuk menurunkan tingkat polusi udara di Jakarta. Termasuk, dengan menegakkan aturan hukum tentang persyaratan ambang batas emisi gas buang. Untuk merealisasikan hal tersebut, kata Irra, tentunya harus didukung kerja sama antara semua pihak terkait.

Tangkuban Parahu Mereda, Masyarakat Diminta Tetap Jauhi Kawah

Tangkuban Parahu
Gunung Tangkuban Parahu pascaerupsi.

Bandung, Posmetro Indonesia – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi menyatakan terdapat penurunan aktivitas Gunung Tangkuban Perahu.

Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Barat PVMBG Nia Haerani mengatakan kondisi gunung pada Minggu (28/7) menunjukkan gejala penurunan, baik dari hasil pengamatan visual maupun pada kegempaan.

Lihat juga; Tangkuban Perahu Erupsi, 15 Wisatawan Alami Sesak Nafas

“Kalau pada sebelumnya teramati secara visual adanya embusan abu yang berwarna kelabu pada saat erupsi, pada sore ini hanya teramati embusan gas berwarna putih tipis dengan ketinggian 50 meter dari dasar kawah,” kata Nia, Minggu (28/7).

Dia mengatakan kawah mengeluarkan gas warna putih tipis. Hal itu mengindikasikan tidak ada lagi material abu yang keluar dari Kawah Ratu. Adapun gas-gas dominan yang keluar hanya uap air.

Selain itu, lanjutnya, penurunan juga teramati dari sisi kegempaan.

Lihat juga; Tak Ada Baca Alquran di Harlah PKB, Said Aqil Tegur Cak Imin

“Kalau sebelumnya gempa embusan pada saat sebelum dan menjelang erupsi itu bisa rata-rata 400 kejadian per hari, untuk hari ini pukul 06.00 – 12.00 hanya terekam sekitar 17 gempa embusan,” ujarnya.

PVMBG mengimbau agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari Kawah Ratu. Namun demikian, lanjut Nia, rekomendasi itu hanya bersifat sementara.

“Dalam 2 hari kedepan, kami akan terus melakukan evaluasi untuk meninjau kembali perlu atau tidaknya terhadap perubahan rekomendasi ini,” katanya.

Meski aktivitas Gunung Tangkuban Perahu sudah menurun, menurut Nia, masih terekam kegempaan tremor. Artinya, kondisi tersebut masih belum stabil seperti kondisi semula sebelum terjadinya erupsi.

Lihat juga: Peringatan Harlah PKB, Jusuf Kalla Sampaikan Salam dari Jokowi

“Gempa tremor ini mengindikasikan bahwa masih ada aktivitas di bawah kawah,” katanya.

Gunung Tangkuban Perahu sendiri memiliki karakteristik erupsi freatik. Erupsi ini terjadi karena adanya panas dibawah permukaan berinteraksi dengan uap air.

“Jenis erups freatik memiliki gejala yang tidak jelas. Karena itu selalu di Gunung Tangkuban Perahu ini kita waspada terhadap potensi erupsi freatik dan hujan abu disekitar kawah tanpa gejala vulkanik yang tidak jelas dan tiba-tiba,” kata Nia mengakhiri.

Tangkuban Perahu Erupsi, 15 Wisatawan Alami Sesak Nafas

Tangkuban Perahu
Gunung Tangkuban Parahu.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Sebanyak 15 orang wisatawan terdampak erupsi Gunung Tangkuban Perahu yang terjadi pada Jumat (26/7) sore.

Para wisatawan itu dibawa ke klinik Sespim, lembang, Kabupaten Bandung Barat, karena menderita sesak nafas akibat abu yang dikeluarkan dari erupsi Gunung Tangkuban Perahu.

“15 orang wisatawan sesak nafas dibawa ke sespim Polri Lembang,” kata Kepala Seksi Rehabilitas dan Rekonstruksi BPBD Jawa Barat Budi Budiman Wahyu dalam keterangan tertulisnya.

Budiman mengatakan berdasarkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), tidak ada korban jiwa maupun pengungsi pasca erupsi tersebut.

“BPBD Jabar sudah mengirimkan tim ke Gunung Tangkuban Perahu, begitu pun dengan BPBD Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Lihat juga:Tak Ada Baca Alquran di Harlah PKB, Said Aqil Tegur Cak Imin

Gunung Tangkuban Perahu mengalami erupsi pada tanggal 26 Juli 2019 pukul 15.48 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 2.284 m di atas permukaan laut.

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan selatan. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi kurang lebih 5 menit 30 detik.

Lihat juga: Peringatan Harlah PKB, Jusuf Kalla Sampaikan Salam dari Jokowi

 

Tak Ada Baca Alquran di Harlah PKB, Said Aqil Tegur Cak Imin

Baca Alquran
Ketum PBNU, Said Aqil Siradj, menegur Ketum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, karena Harlah PKB ke-21 tak didahului pembacaan Alquran.

Posmetro Indonesia — Ketua Umum Pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kyai Said Aqil Siradj, menegur Ketua Umum Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, lantaran pembukaan Harlah PKB ke-21 tidak didahului pembacaan ayat baca Alquran .

“Mas Muhaimin jangan sekali-sekali acara ini tanpa membaca Alquran. Saya kaget betul tidak ada qiruatul quran,” kata Said Aqil saat menyampaikan sambutannya di Gedung DPP PKB, Jakarta Pusat, Selasa (23/7).

Lihat juga: Peringatan Harlah PKB, Jusuf Kalla Sampaikan Salam dari Jokowi

Meski begitu, Said mengaku memberi toleransi kepada PKB untuk kali ini saja. Namun, dia mengingatkan jangan sampai di acara mendatang kegiatan dibuka tanpa pembacaan ayat Alquran.

“Sekali saja ini tidak ada baca qiraatul Quran. Sekali saja, jangan terulang. Kali ini saja, saya maafkan,” kata Said.

Dalam sambutannya, Cak Imin sendiri mengakui bahwa Said Aqil juga sudah menyampaikan teguran tersebut secara langsung sebelum Ketua PBNU itu naik podium.

“Tadi saya ditegur KH Said Aqil Siradj karena belum dilakukan pembacaan ayat-ayat Alquran,” kata Cak Imin.

Lihat juga: PD PAL Jaya Menjelaskan Sampah Kondom di Sekitar Mega Kuningan

Acara memang dibuka dengan nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan mars PKB. Setelah itu, pembawa acara langsung meminta Cak Imin selaku Ketum PKB berbicara dari atas podium.

Saat menyampaikan sambutannya, Cak Imin mengaku sebenarnya hendak membaca ayat suci Alquran. Hanya saja, dia tidak percaya diri dengan suaranya yang menurutnya tidak cocok.

“Tahu diri suara saya tidak masuk kriteria membaca Alquran,” katanya.

Meski begitu, Cak Imin tetap mengajak seluruh tamu yang hadir untuk berdoa dan memanjatkan Al-Fatihah.

 

Peringatan Harlah PKB, Jusuf Kalla Sampaikan Salam dari Jokowi

Jusuf Kalla
Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan salam dari Joko Widodo pada peringatan Partai Kebangkitan Nasional (PKB) ke-21 di kantor DPP, PKB, Jakarta, Selasa (23/7) malam. JK mengatakan Jokowi tidak dapat hadir dan meminta dirinya untuk menggantikan mantan wali kota Solo itu hadir dalam peringatan tersebut.

“Saya ingin menyampaikan salam dari Pak Jokowi karena tidak dapat menghadiri pertemuan dan meminta saya untuk datang kesini. Kami ucapkan selamat harlah PKB ke-21,” ujar JK saat memberikan sambutan.

JK memuji perolehan suara PKB yang terus meningkat tiap pelaksanaan pileg 5 tahun sekali. Namun dia berkelakar perolehan suara PKB yang tidak akan sanggup mengungguli Partai Golkar.

“21 tahun penuh perjuangan tentu punya hasil yang baik. Kita lihat tren suara PKB tiap 5 tahun naik, tapi belum sampai ke Golkar ya,” kelakarnya.

Lihat juga: PD PAL Jaya Menjelaskan Sampah Kondom di Sekitar Mega Kuningan

Politikus senior Golkar ini mengatakan, selama 21 tahun PKB telah mencapai banyak hal. Mulai dari Abdurrahmad Wahid alias Gus Dur yang menjadi presiden hingga Ma’ruf Amin sebagai pendiri PKB yang akan menggantikan dirinya sebagai wapres pada periode mendatang.

“PKB ini luar biasa, dalam waktu singkat presiden, Gus Dur dari PKB. Nanti pengganti saya jadi wapres, Pak Ma’ruf pendiri PKB. Jadi apa yang dicapai luar biasa. Ini patut disyukuri dalam 21 tahun, ” katanya.

JK pun menyampaikan doa agar PKB dapat menjadi lebih baik dan memperjuangkan kepentingan partai untuk mencapai keadilan. “Kita tidak lagi bicara menjatuhkan satu sama lain tapi memperjuangkan apa yang diinginkan partai. Semoga PKB jauh lebih baik dari hari-hari sebelumnya dalam membina bangsa umat secara keseluruhan,” ucapnya.

Lihat juga: 20 Hari Setelah Kejatuhannya di Papua, Heli TNI MI-17 Tidak Ditemukan

PD PAL Jaya Menjelaskan Sampah Kondom di Sekitar Mega Kuningan

PD PAL Jaya

Jakarta, Posmetro Indonesia – Beberapa alat kontrasepsi alias kondom bekas dan jenis sampah lain yang ditemukan di saluran pembuangan di kawasan Lingkar Mega Kuningan, Jakarta Selatan, telah dikumpulkan.

Anak usaha milik Pemprov DKI Jakarta, PD PAL Jaya mengatakan sampah di deaerah itu mencapai hingga 10 kantong. Perseroan itu bergerak di bidang pengelolaan air limbah.

“Intinya kalau yang dinamakan sampah memang banyak di kawasan hotel, apartemen dan perkantoran itu banyak,” kata Direktur Utama PD PAL Jaya, Subekti kepada CNN, Jumat (19/7).

Lihat juga: 20 Hari Setelah Kejatuhannya di Papua, Heli TNI MI-17 Tidak Ditemukan

Sampah ditemukan di daerah yang berdekatan dengan hotel dan perkantoran di kawasan Mega Kuningan. Subekti mejelaskan petugasnya telah melakukan kegiatan pembersihan sejak hari Senin (15/7).

Beberapa jenis sampah dari lokasi itu di antaranya seperti pembalut wanita, alat kontrasepsi bekas pakai hingga pakaian dalam.

Subekti mengaku tidak habis pikir dengan temuan itu. Dia menduga sampah yang tersangkut dalam saluran air karena masyarakat yang membuang sampah di toilet.

“Biasanya kan ada banyak sih popok bayi, sebagian besar pembalut banyak, pantyliner itu biasanya celana dalam. Tidak tahu itu mungkin di WC di flush,” ujar dia.

Lihat juga: Angin Kencang dan Hujan Menerpa 4 Kecamatan di Bireun Aceh, 12 Rumah Rusak

PD PAL Jaya sudah mengadakan pertemuan dengan para klien seperti pemilik gedung perkantoran dan apartemen. Dia meminta agar pemilik gedung mengimbau masyarakat tentang penggunaan saluran air.

“Untuk itu kami menghimbau semua tenant yang di hotel-hotel jangan buang sampah di saluran air pembuangan,” jelasnya.

Selain alat kontrasepsi yang bekas, Subekti mengatakan anak buahnya juga menemukan kabel sepanjang 35 meter di selokan di tempat yang sama. Kabel itu ditemukan di kediaman 10 hingga 12 meter. Subekti mengakut tidak habis pikir ada pihak yang meletakkan kabel tersebut.

Lihat juga: Tentang Qanun Poligami, Dari Dewan Masjid Pasrahkan di Kementerian Dalam Negeri

Rencananya, seluruh temuan dari gorong-gorong akan dikumpulkan dulu sebelum dibuang. PD PAL juga akan terus melakukan pembersihan untuk menghindari tumpat yang menyebabkan banjir.

“Sampah dikumpul nanti dibuang. Ini kan kita hanya mengimbau kepada masyarakat umum atau pelanggan PD PAL jangan sampai buang sampah di saluran pembuangan air,” kata Subekti.

 

20 Hari Setelah Kejatuhannya di Papua, Heli TNI MI-17 Tidak Ditemukan

MI-17

Jakarta, Posmetro Indonesia – Pencarian helikopter MI-17 milik TNI dan dilaporkan hilang di Papua berlanjut hingga hari ke-20. Helikopter milik pusat penerbangan militer Indonesia dilaporkan segera dihubungi setelah lepas landas dari bandara Oksibil di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada 28 Juni 2019.

Tim pencari dan penyelamat Jayapura hingga hari ke-20 masih terlibat dalam pencarian helikopter MI-17, menurut Antara.

Putu Arga, kepala SAR Jayapura, mengatakan anggota SAR masih terlibat dalam penelitian yang berpusat pada Oksibil.

Sejauh ini, katanya dia tidak yakin kapan mereka akan dikeluarkan dari penelitian. Anggota SAR Jayapura mengambil bagian dalam penelitian ini secara bergantian.

Lihat juga: Angin Kencang dan Hujan Menerpa 4 Kecamatan di Bireun Aceh, 12 Rumah Rusak

Dia menambahkan bahwa penelitian masih berlangsung untuk menemukan keberadaan helikopter yang membawa 12 orang termasuk kru.

Kepala Informasi Komando Militer XVII/ Cendrawasih, Kol Inf. Muhammad Aidi, mengatakan pada kesempatan lain bahwa pencarian helikopter itu masih dilakukan melalui darat dan udara.

Pencarian Udara menggunakan Helikopter Bell 412 dengan No. Reg HA5177 dimiliki oleh penerbad TNI AD yang terbang dari Oksibil ke Pegunungan Otak, Distrik Oksop, Oksebang, dan Desa Kubikop.

Lihat juga: Tentang Qanun Poligami, Dari Dewan Masjid Pasrahkan di Kementerian Dalam Negeri

Sejak Senin (15/7), tim pencarian dan penyelamatan (10 orang) telah dikerahkan lagi melalui darat, termasuk Gunung Kubikop.

“Tapi sejauh ini, belum ada laporan tentang keberadaan helikopter ini,” kata Aidi.

 

Angin Kencang dan Hujan Menerpa 4 Kecamatan di Bireun Aceh, 12 Rumah Rusak

Bireun Aceh
Rumah-rumah di Bireun Aceh rusak oleh hujan dan angin kencang

Bireun Posmetro Indonesia – Hujan disertai angin kencang menerpa kabupaten Bireun, Aceh. 12 unit rumah di empat kecamatan rusak.

“Ada setidaknya 12 rumah rusak oleh angin kencang, kondisinya bervariasi, ada kerusakan parah, sedang dan kecil,” kata Presiden Tagana Bireun Zulfikar, Kamis (11/07/2019).

Lihat juga: Tentang Qanun Poligami, Dari Dewan Masjid Pasrahkan di Kementerian Dalam Negeri

Zulfikar mengatakan, insiden itu terjadi pada Rabu (10/7) sore. Pada saat itu, hujan terus menyebabkan Bireun menghasilkan angin kencang dan merusak rumah-rumah penduduk.

Kerusakan terjadi di empat kecamatan, yaitu kecamatan Gandapura dengan total 3 unit rumah rusak, unit rumah rusak Kecamatan 3 Peudada, Kecamatan Jeumpa hingga 5 unit rumah di unit perumahan Kecamatan 1 Makmur.

“Kami sudah pergi ke situs untuk mengumpulkan data. Maka kami akan memberikan bantuan darurat, dalam insiden ini, tidak ada korban jiwa, tidak termasuk korban yang dipindahkan,” tambah Zulfikar.