Galih Ginanjar Diperiksa 13 Jam Tentang Kasus ‘Bau Ikan Asin’

Galih Ginanjar
Disebut Bau Ikan Asin, Fairuz Polisikan Eks Suami.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Aktor Galih Ginanjar diinterogasi selama 13 jam dan diinterogasi oleh 46 penyelidik dari Direktorat Khusus Investigasi Kriminal Kepolisian (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya. Galih terlibat dalam laporan oleh mantan istrinya, Fairuz A Rafiq, tentang noda “bau ikan asin”.

“Sebanyak 46 pertanyaan. Tetapi kami mohon maaf atas fakta bahwa kami tidak etis untuk membuka secara detail isi masalah ini,” kata pengacara Galih, Rihat Hutabarat, yang menemaninya ke kepolisian daerah. dari Metro Jaya Sabtu pagi.

Namun, Rihat mengatakan bahwa secara umum. Galih telah diminta untuk memberikan informasi tentang proses produksi video, durasi video dan setelah siarannya, serta video viral Youtube.

Galih pergi ke Cabang Investigasi Kriminal Polisi Khusus Kereta Api Bawah Tanah Jaya di Jakarta pada Jumat (5/7). Sekitar 10:50 pagi WIB, dan mengakhiri interogasinya pada hari Sabtu sekitar pukul 00:00 WIB.

Lihat juga: Anies Baswedan Membuka Suara Untuk Memasukkan 2024 Capres

Galih menyaksikan kasus pencemaran nama baik menggunakan kata “ikan asin”, juga melibatkan sepasang vloggers Rey Utami dan Pablo Continent.

Sementara itu, setelah ujian, Galih mengaku diperlakukan dengan sangat baik dan merasa nyaman selama ujian.

“Dengan memberi saya kesempatan untuk makan, untuk berdoa, untuk memanggil kembali doa. Saya tidak pernah merasa haus, saya banyak minum, saya terus memberi diri saya kesempatan untuk pergi ke Saya sangat senang dan saya sangat nyaman di sini, “kata Galih.

Dia juga mengklaim bahwa dia tidak ditekan dalam pemeriksaan.

“Kalau lelah, wajar saja,” tambahnya.

Para penyelidik memanggil Galih untuk laporan oleh Fairuz A Rafiq setelah konten video Galih disiarkan dalam sebuah wawancara dengan Rey Utami di media sosial, di mana Galih membandingkan Fairuz dengan ikan asin.

Laporan Fairuz dimuat dalam laporan LP / 3914 / VII / 2019 / PMJ / Dit.Reskrimsus. Bagian yang dilaporkan, Galih Ginanjar, Rey Utami dan Pablo Benua, merujuk pada dakwaan berdasarkan Pasal 27 (1), Pasal 45 (1) atau Pasal 27 (3) dan Pasal 45 (1) UU No 11/2008. tentang ITE.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *