Kadin mengatakan pemilihan serentak tidak merangsang pembelian

Kadin Suryani
Waketum Kadin Suryani Sidik Motik mengatakan Pemilu 2019 tak berdampak signifikan pada penjualan.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengatakan pemilihan umum 2019 tidak akan berdampak signifikan pada aliran uang di kalangan pengusaha.

Bahkan, pengusaha berharap bahwa kinerja penjualan akan meningkat pesat karena ini adalah edisi simultan pertama dari pemilihan parlemen (Pileg) dan pemilihan presiden (Pilpres).

Wakil Presiden Kadin Suryani Sidik Motik mengatakan bahwa jumlah pembelian barang tidak meningkat secara signifikan, seperti yang diperkirakan sebelumnya. Dengan demikian, hasil penjualan yang dicatat sebelum pemilihan kemarin tidak banyak berkontribusi pada kinerja keseluruhan masing-masing sektor.

“Secara umum, dengan harapan pemilu, uang dicurahkan, tetapi itu tidak murah.” Teman-teman pemilu bersama kemarin merasa kurang, “kata Suryani, Sabtu (5) di 25).

Lihat juga: Catat Investasi Pertamina, Pemerintah Tekan CAD US$450 Juta

Dibandingkan dengan Pilkada serentak yang diadakan pada 2018, Suryani mengatakan para pebisnis mengatakan mereka masih merasakan dampaknya. Apa yang dirasakan saat ini adalah pengurangan pembelian kaos, simbol dan berbagai atribut kampanye lainnya.

“Saya tidak tahu di mana itu dituangkan tetapi tampaknya bagi saya tidak dibandingkan dengan pemilihan lokal sebelumnya,” katanya.

Selain itu, Suryani percaya adalah mungkin untuk mengurangi pemulihan ekonomi Idul Fitri tahun ini dari 2018. Masalahnya adalah bahwa penjualan ritel tahun lalu juga lebih rendah dari pada 2017.

“Terutama barang-barang konsumsi seperti PT Unilever Indonesia Tbk.” Produksi Idul Fitri turun 5% tahun lalu, jadi jika tahun lalu buruk, tahun ini lebih buruk, itu mengarah ke pelemahan lebih lanjut. ” kata Suryani.

Lihat juga: Pemprov DKI Mulai Hitung Kerugian Akibat Kerusuhan 22 Mei

Terganggu oleh aksi massa

Penjualan pada masa Ramadhan dan Idul Fitri juga terganggu oleh aksi besar-besaran pada Selasa (21/5) dan Rabu (23/5) kemarin. Beberapa pusat perbelanjaan terpaksa ditutup, sehingga berpotensi kehilangan hingga miliaran rupee.

“Cakupan dua hari Tanah Abang bisa hilang atau hilang Rp500 miliar,” tambah Suryani.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto sebelumnya menyesalkan kegiatan industri yang terganggu karena kerusuhan 22 Mei 2019. Beberapa pusat perbelanjaan dan pengecer juga menderita kerugian karena penutupan sementara.

Airlangga mengatakan pasar Tanah Abang, yang ditutup, adalah contoh pusat perbelanjaan yang menderita kerugian karena terpaksa ditutup. Bahkan, tempat itu telah menjadi salah satu perubahan ekonomi, terutama di bulan Ramadhan sebelum lebaran.

“Kegiatan ekonomi terganggu di Jakarta sudah pasti dan kami sangat menyesal,” kata pria yang juga Presiden Umum Golkar.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *