Perludem: Sebagian besar Caleg Gerindra menggugat Rekan Separtai

Gerindra

Jakarta, Posmetro Indonesia – Partai Gerindra adalah pihak yang menimbulkan perselisihan paling internal di Mahkamah Konstitusi (MK). Yakni, 32 kasus dari total 94 sengketa internal di Pileg 2019.

Hal ini diketahui dari penelitian Asosiasi Pemilu dan Demokrasi (Perludem) tentang sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Lihat juga: Disebut pengganggu, konsolidasi PDIP Surabaya telah terjadi

“Konflik internal adalah konflik antara kandidat partai yang sama, jumlah permintaan terbesar dari Partai Gerindra dengan 32 permintaan.” Kata Fadli Ramadhanil, peneliti di Perludem, saat diskusi di Cikini, Jakarta, Senin (15/7).

Dari jumlah tersebut, Fadli merinci 10 kasus terkait Pileg DPR RI, 9 kasus terkait dengan DPRD provinsi, dan 13 kasus untuk DPRD kabupaten/kota.

Di bawah Partai Gerindra, lanjutnya, ada Partai Golkar dengan 22 perselisihan internal, diikuti oleh Partai Demokrat dengan 13 kasus.

Lihat juga: Sandi dan Erick Thohir mengomentari pertemuan Jokowi-Prabowo

Fadli mengatakan pengadilan sejauh ini telah menangani 94 perselisihan internal dari 14 Partai Politik.

Dia mengatakan bahwa fenomena penuntutan timbal balik di antara teman-teman ini adalah hal biasa dalam sistem pemilihan proporsional terbuka yang dianut Indonesia.

Selain itu, Fadli merasa bahwa fenomena ini positif. Karena ada unsur transparansi hukum dan koreksi terhadap sistem pemilu.

Lihat juga: PA 212: Selamat Tinggal Pada Pak Prabowo Subianto

“Ini adalah kesempatan untuk memicu konflik di internal parpol maupun antar parpol. Sehingga kandidat di legislatif tidak akan mengajukan pertanyaan jika suara mereka dicuri, dimanipulasi oleh KPU, dll.” ujar dia.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *