Pertama kali, Komisi Eropa dipimpin oleh Presiden Komisi Wanita

Komisi Eropa
Presiden Komisi Eropa yang baru terpilih Ursula von der Leyen memberi isyarat ketika menghadiri konferensi pers setelah pemungutan suara pada pemilihannya di Parlemen Eropa di Strasbourg, Perancis timur, Selasa (16/7/2019).

Brussels, Posmetro Indonesia – Parlemen Eropa, Selasa (16/7), menunjuk Menteri Pertahanan Jerman Ursula Von Der Leyen sebagai Presiden Komisi Eropa. Posisi ini menjadikan von der Leyen wanita pertama yang menjadi ketua komisi dan warga negara Jerman pertama selama lebih dari 50 tahun.

Politis 60 tahun kelahiran Brussels itu bukan pertama kalinya mencatat sejarah. Dia juga menjadi menteri pertahanan wanita pertama di Jerman ketika dilantik tahun 2013. Von der Leyen telah menjadi sekutu dekat Kanselir Jerman Angela Merkel dan diperkirakan menjadi penerus orang nomor 1 Jerman tersebut.

Lihat juga: Trump Mengatakan Dia Diperlakukan Tidak Adil Pada KTT Media Sosial

Dalam pemungutan suara rahasia, anggota parlemen memberikan selisih tipis untuk mendukung von der Leyen menggantikan Jean-Claude Juncker yang akan mundur pada 31 Oktober 2019.

Von der Leyen mendapatkan dukungan 383 anggota parlemen. Atau lebih sembilan suara dari yang dibutuhkan untuk mengamankan mayoritas absolut, tapi di bawah ambang batas 400 yang memberikannya stabilitas mayoritas untuk meloloskan kebijakannya lewat parlemen dalam lima tahun ke depan.

Setelah pengumuman hasil, von der Leyen mengatakan kepercayaan yang diberikan kepadanya adalah kepercayaan dari Eropa. Sementara jabatan Menhan Jerman kemungkinan diserahkan kepada Annegret Kramp-Karrenbauer yang menjadi favorit Merkel.

“Keyakinan di dalam Eropa yang satu dan kuat, dari timur ke barat, dari selatan ke utara. Keyakinan di Eropa yang siap untuk bertarung demi masa depan, bukannya bertarung satu sama lain,” katanya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *