Tag: ISIS

Australia Godok Aturan Larang Warga Pengikut ISIS Pulang

Australia
Ilustrasi keluarga pengikut ISIS di Suriah.

Australia, Posmetro Indonesia – Pemerintah Australia bakal menerapkan aturan melarang warganya yang menjadi pengikut kelompok radikal ISIS di Irak dan Suriah kembali ke Negeri Kanguru. Larangan itu tertuang dalam rancangan undang-undang yang tengah dibahas di parleman hari ini, Selasa (23/7).

Di dalam RUU itu disebut memberikan kewenangan Menteri Dalam Negeri Peter Dutton untuk menerbitkan perintah khusus untuk mencegah pengikut ISIS kembali ke Australia.

Lihat juga: Pertama kali, Komisi Eropa dipimpin oleh Presiden Komisi Wanita

Sekitar awal Juli lalu, Dutton memaparkan RUU ini menargetkan setidaknya 230 warga Australia yang pergi ke Suriah dan Irak untuk bergabung ISIS. Dia menuturkan sebanyak 80 orang dari total 230 warga Australia itu masih terjebak di kawasan konflik.

Aturan ini mencontek undang-undang serupa yang telah lebih dulu diterapkan Inggris. Di mana seorang hakim diberi wewenang memberikan menangkal orang-orang yang diduga terlibat organisasi radikal.

Dikutip AFP, kalangan oposisi Australia malah khawatir RUU ini tidak berjalan sesuai konstitusi lantaran terlalu banyak memberikan kewenangan di tangan seorang menteri. Partai Buruh yang menjadi oposisi utama pemerintah meminta komite intelijen dan keamanan untuk mempertimbangkan kembali RUU itu.

Meski begitu, Menteri Dalam Negeri Bayangan, Kristina Keneally. mengklaim oposisi bakal mendukung RUU itu jika aturan tersebut sesuai undang-undang dasar dengan tetap menjunjung tinggi prinsip keamanan warga Australia dan keputusan Pengadilan Tinggi.

Lihat juga: Trump Mengatakan Dia Diperlakukan Tidak Adil Pada KTT Media Sosial

Perlakuan terhadap para pengikut ISIS dari Suriah dan Irak memang tengah menjadi polemik sejumlah negara seperti Rusia, Inggris, Jerman, bahkan Indonesia.

Ribuan eks militan ISIS kini masih tertahan di zona konflik Suriah dan Irak menyusul setelah organisasi radikal dipimpin Abu Bakr Al-Baghdadi itu semakin terdesak. Para mantan pejuang ISIS dan keluarganya itu berasal dari berbagai negara.

Inggris dan Jerman memutuskan mencabut status kewarganegaraan warganya yang bergabung ISIS. Sementara Rusia memilih memulangkan sebagian warganya dari Suriah dan Irak, terutama perempuan dan anak-anak.

Indonesia saat ini masih mempertimbangkan proses untuk memulangkan WNI pengikut ISIS dari zona konflik. Kementerian Luar Negeri menyatakan urusan pemulangan WNI simpatisan ISIS masih menunggu keputusan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

Kemlu menyatakan proses pemulangan WNI simpatisan ISIS di didasari pada aspek kemanusiaan. Rencananya, sebagian besar WNI yang dipulangkan itu diutamakan anak-anak dan perempuan.

Bom bunuh diri meletus di Afghanistan, 11 orang tewas

Afghanistan

Jakarta, Posmetro Indonesia: Ada serangan bunuh diri di Jalalabad, Afghanistan. Ledakan yang diarahkan ke kantor polisi itu menewaskan sedikitnya 11 orang. Sementara 13 lainnya mengalami cedera.

Mengutip Reuters, juru bicara gubernur provinsi Nangarhar, Atahullah Khogyani, mengatakan para pelaku meledakkan bom di tubuhnya saat mereka berjalan. Pada saat yang sama, sebuah kendaraan polisi melintasi daerah itu.

Mengutip AFP, para militan Afghanistan yang berafiliasi dengan ISIS bertanggung jawab atas serangan itu.

Lihat juga: Demonstrasi Ekstradisi yang Mengejutkan, Polisi Hong Kong Menembak Peluru Karet

Daerah di sekitar Jalalabad dikenal sebagai “rumah” bagi pejuang Taliban dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan ISIS di Afghanistan.

Para militan ISIS telah melakukan serangkaian serangan bunuh diri. Bulan lalu, tiga ledakan berturut-turut terjadi dengan cepat di pusat Jalalabad. Insiden itu menewaskan 3 orang dan 20 lainnya terluka.

Pada bulan Maret, setidaknya 16 warga sipil tewas dalam serangan bunuh diri. Taliban mengaku tidak berada di balik serangan itu.

Gelombang kekerasan di Afghanistan telah merenggut puluhan nyawa warga sipil dan pejabat dalam beberapa pekan terakhir.

Pemerintah Afghanistan dan pejabat militer AS mengatakan mereka akan melakukan serangan udara dan operasi untuk melenyapkan para militan.

Trump Tetap Waspada Meski ISIS Sudah Dikalahkan

Presiden Trump
Presiden Trump mengaku tetap waspada meski ISIS sudah ditaklukkan.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Meski negara Islam dan Suriah (ISIS) sudah dikalahkan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku pihaknya tetap waspada dengan ancaman sisa kekuatan kelompok teroris ini serta propagandanya.

“Kami akan tetap waspada sampai akhirnya [ISIS] dikalahkan dimana pun dia beroperasi,” kata Trump dalam sebuah pernyataan, Sabtu (23/3) dikutip dari AFP.

Lihat juga: Korsel Dihebohkan Skandal Kamera Tersembunyi Di Motel

Diberitakan sebelumnya, Pasukan Demokratik Suriah (SDF)  yang disokong oleh koalisi Amerika Serikat mengklaim bahwa benteng pertahanan terakhir ISIS di Baghouz, Suriah, telah ditaklukkan.

Trump melanjutkan pihaknya akan terus bekerja dengan sekutu untuk memerangi terorisme sambil membela kepentingan negaranya.

“Amerika Serikat akan membela kepentingan Amerika kapanpun dan dimanapun diperlukan. Kami akan terus bekerja dengan mitra dan sekutu kami untuk benar-benar menghancurkan teroris Islam Radikal.” ucapnya.

Lihat juga: Wakil PM Selandia Baru Janji Bantu Keluarga WNI Korban Teror

Trump juga memperingatkan kaum muda terhadap bahaya propaganda ISIS. 

“Kepada semua orang muda di internet yang percaya pada Propaganda ISIS, Anda akan mati jika Anda bergabung. Sebaliknya, pikirkan tentang memiliki kehidupan yang hebat,” katanya.

Penjabat sekretaris Pertahanan Patrick Shanhan menyambut kekalahan ISIS ini adalah “tonggak penting,” tetapi menyebut bahwa “pekerjaan masih jauh dari selesai.” 

Lihat juga: Model Saksi Sidang Seks Berlusconi Diduga Diracun Radioaktif

“Kami akan melanjutkan pekerjaan kami dengan koalisi global untuk menolak tempat perlindungan ISIS dimana pun di dunia,” katanya.

“Kami tetap berkomitmen untuk kekalahan abadi ISIS dan kami yakin bahwa kami akan menang,” imbuh dia.

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford, Jr menambahkan bahwa “militer AS tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan Koalisi dan mitra regional kami untuk memastikan kekalahan abadi ISIS.”