Tebing Piket Nol Longsor, Jalur Lumajang-Malang Terputus

tanah longsor
Ilustrasi tanah longsor.

Jakarta, Posmetro Indonesia – Jalur selatan yang menghubungkan kabupaten Lumajang-Malang, Jawa Timur terputus usai tebing di Piket Nol atau Kilometer (KM) 57 desa Sumberwuluh, kabupaten Lumajang, longsor. Peristiwa terjadi pada Kamis (21/3) dini hari.

“Hujan dengan intensitas tinggi selama 3 hari mengguyur kecamatan Candipuro menyebabkan kawasan tebing Piket Nol yang tanahnya gembur tidak mampu menahan air, sehingga terjadi longsor,” kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, Wawan Hadi Siswoyo, Kamis (21/3).

Menurutnya, kondisi kontur tanah yang labil  di sepanjang tebing di jalur Piket Nol memang rawan longsor. BPBD mengklaim telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi mengalami longsor serupa.

Lihat juga: Banjir Bandang Sentani Telan 42 Korban Jiwa

“Tidak ada korban jiwa. Jalan ditutup total sejak pukul 01.30 WIB karena material longsor menutup seluruh badan jalan,” ujarnya.

Wawan mengatakan dampak longsor tercatat setinggi 5 meter, panjang 20 meter, dan lebar 6 meter. BPBD sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan. Dibutuhkan alat berat untuk membersihkan material longsor dari akses jalur Piket Nol tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melalui jalur Piket Nol dulu dan menggunakan jalur alternatif lain karena petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Penanggulangan bencana BPBD Lumajang bersama sejumlah pihak masih membersihkan material longsor,” katanya. damqq 

Lihat juga: Fadli Zon Tidak Ambil Pusing Jokowi Ungguli Prabowo Di Survei

Sementara itu, Kepolisian Resor (Polres) Lumajang juga telah mengirimkan anggotanya yang tergabung dalam satgas siaga bencana untuk mempercepat proses pembersihan material longsor dan pihak TRC PB BPBD kabupaten Lumajang juga mengirimkan 2 alat berat.

“Satgas siaga bencana sejak pagi tadi telah dikirim,” kata Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban.

Dia berharap secepatnya jalur tersebut dapat digunakan kembali karena merupakan jalur yang menghubungkan 2 kabupaten. Terputusnya jalur dikhawatirkan dapat menghambat perekonomian warga setempat.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *